Trinitas Dalam Alkitab
Mengenai dalil yang pertama yaitu I Surat Yohanes pasal 5:7 bahwa ada tiga oknum yang memberi kesaksian di akhirat yaitu Allah, Yesus, dan Roh Kudus. Apakah ini adalah ucapan Yesus? Jelas bukan! Tidak ada disitu disebutkan bahwa ini adalah ucapan Yesus, yang dalam hal ini adalah salah satu oknum Trinitas. Ini adalah ucapan Yohanes semata. Sementara status Yohanes, yang notabene adalah penulis salah satu Alkitab, sebagai murid Yesus masih belum jelas sampai saat ini. Menurut para ahli sejarah, murid Yesus yang bernama Yohanes ini adalah Yohanes bin Zebedeus, sebagaimana yang tersebut di dalam Injil Matius 4:21, Markus 3:17, dan Lukas 5:10. Namun para ahli sejarah mengatakan Yohanes bin Zebedeus ini sudah mati terbunuh telah dibunuh oleh Raja Herodes Agripa I pada tahun 44 atau 66 M. Padahal Injil Yohanes baru ditulis sekitar tahun 85-115 M. Jika Injil tersebut ditulis oleh Yohanes, dengan asumsi bahwa penyaliban Yesus terjadi pada masa pemerintahan Pilatus (sekitar 30 M) berarti Yohanes sudah berusia sangat tua ketika menulis Injil karena terdapat selisih sekitar 75 tahun antara penyaliban Yesus dengan penulisan Injil Yohanes. Berapa usia Yohanes ketika menjadi murid Yesus? Yang jelas tidak mungkin dibawah 20 tahun karena sebagaimana yang tersebut dalam Matius 4:21, Markus 3:17, Lukas 5:10, ketika Yesus mengajak mereka menjadi muridnya, mereka sedang bekerja membereskan jala perahu ayahnya. Bisa jadi mereka seusia dengan Yesus. Yesus juga pasti mempertimbangkan kematangan usia murid-muridnya agar dapat menangkap ajaran Taurat yang disampaikannya karena Yesus sering memberikan pengajaran melalui perumpamaan-perumpamaan yang sulit dimengerti jika Yohanes dan kawan-kawannya masih kanak-kanak ketika menjadi murid Yesus. Taruh kata Yohanes tidak terbunuh oleh Raja Herodes Agripa I, mungkinkah Yohanes masih hidup dalam usia yang sangat tua? Seandainya dia masih hidup, masih ingatkah dia dengan kejadian-kejadian yang dia alami ketika dia mulai menuliskan Injil? Dan lagi, mengapa dia harus menunggu begitu lama untuk menuliskan Injil?
Maka besar kemungkinan, Injil ini ditulis oleh Yohanes Prebester pendeta sidang Jum'at di Asia Kecil yang hidup dalam abad I Masehi. Ia menulis Injilnya itu dengan maksud untuk menentang ajaran Corentus dan Irenius. Hal ini dikuatkan lagi oleh kitab-kitab Encyclopedia, terutama Encyclopedia Britanica yang mendasarkan keterangannya atas Papias Uskup Hieropolis. Nah, dari sini belum jelas apakah Yohanes itu murid Yesus atau bukan. Karena itu hujjah pada I Surat Yohanes pasal 5:7 sangat lemah bahkan mungkin tidak ada gunanya sama sekali karena dalil ini bukan ucapan Yesus namun hanya ucapan Yohanes. Sanggahan ini berlaku juga untuk Yohanes Pasal 1:1 dan Yohanes Pasal 1:14.Bahkan yang lebih mengherankan, dalil trinitas dalam I Surat Yohanes pasal 5:7 bisa dikatakan dalil palsu. Berikut kami kutipkan I Surat Yohanes pasal 5:7-8 dalam beberapa versi Alkitab.Alkitab Leydekker tahun 1733:
7 Karana tiga ‘ada jang bersjaksi didalam sawrga, Bapa, Kalimat dan Rohhu-’lkhudus: maka katiga ‘ini sawatu djuga ‘adanja.
8 Dan tiga ‘ada jang bersjaksi di‘atas bumi, Rohh, dan ‘ajer, dan darah: maka katiga ‘itu kapada sawatu djuga ‘adanja.
Alkitab Shellabear berbahasa Indonesia tahun 19127
7 Adapun Roh itu ialah yang bersaksi, karena Roh itu ialah yang benar.
8 Karena tiga juga yang bersaksi, yaitu Roh dan air dan darah, maka ketiganya itu bersetuju.
Alkitab Kudus Ende tahun 19707
7 Karena ada tiga, jang memberi kesaksian dalam surga: jakni Bapa, Sabda dan Roh Kudus, dan ketiganja adalah satu.
8 Dan ada tiga, jang memberi kesaksian dibumi: Roh, air dan darah: dan ketiganja ini adalah satu.
Alkitab Kabar Baik tahun 19857
7 Ada tiga saksi:
8 Roh Allah, air dan darah—ketiga-tiganya memberikan kesaksian yang sama.
Kitab Suci Injil (KSI) tahun 20007
7 Ruh adalah saksi, karena Ruh itu adalah ke-benaran.
8 Jadi, ada tiga saksi, yaitu Ruh, air, dan darah, dan ketiganya memberi kesaksian yang sama.
Alkitab tahun 2007 Lembaga Alkitab Indonesia
7 Sebab ada tiga yang memberi kesaksian (di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu.
8 Dan ada tiga yang memberi kesaksian di bumi): Roh dan air dan darah dan ketiganya adalah satu.
Dapat dilihat dari kutipan-kutipan diatas bahwa dalil dalam I Surat Yohanes pasal 5:7-8 dalam setiap versi Alkitab selalu berubah-ubah. Dalam Alkitab Revised Standard Version dan versi-versi lain di luar negeri ayat ini sudah dihilangkan atau dirubah, namun anehnya oleh penerjemah Alkitab Indonesia masih tetap dipakai. Berikut kami kutipkan apa adanya catatan ayat tersebut dalam Alkitab Kudus Ende tahun 1970 sebagai berikut:Dalam ajat ini ditulis djuga tentang Trinitas Kudus (Tritunggal Kudus). Ini barangkali tambahan jang baru kemudian ditambahkan dan tambahan ini adalah sebagai hasil komentar pada teks-teks aslinja, menurut komentar ini Bapa disimbolkan dengan Roh, Sabda disimbolkan dengan darah dan Roh Kudus dengan air. Hingga ketiganja memberi penjaksian dalam surga.Ayat di atas adalah ayat palsu yang baru diselipkan atas restu Gereja, ketika Alkitab dicetak di Frankfurt, Jerman pada tahun 1574. Perhatikan catatan kaki dari Alkitab New International Version, hal 907 yang mengatakan:"(Ayat ini) tidak ditemukan di semua naskah Alkitab yanq ditulis sebelum abad XVI ".
Bisa kita bayangkan, ternyata ayat yang menjadi kebanggaan akan dalil trinitas ternyata ayat PALSU yang ditambahkan oleh penerjemah Alkitab atas restu gereja. Sangat disayangkan bahwa Lembaga Alkitab Indonesia tidak mau jujur menjelaskan bahwa ayat tesebut ayat palsu.