materi blog ini utamanya diambil dari Alkitab. mungkin umat kristen ada yang mengatakan "jika tidak percaya ajaran kristen dan Yesus sebagi Tuhan lalu mengapa masih mengutip ayat-ayat Alkitab?"
jawabannya adalah karena yang kita bicarakan adalah Kristen. agar lebih obyektif tentu kita gunakan sumbernya yaitu Bible atau Alkitab. sangat tidak obyektif jika kita berbicara Kristen namun yang kita kutip adalah Al-Qur'an. banyak orang kristen yang suka mengutip ayat--ayat Al-Qur'an namun mereka tidak percaya kepada ajaran Islam.
jika dalam blog ini terdapat kata-kata yang kurang berkenan, mohon dimaafkan.

Thursday, March 5, 2009

Trinitas Dalam Alkitab
Mengenai dalil yang pertama yaitu I Surat Yohanes pasal 5:7 bahwa ada tiga oknum yang memberi kesaksian di akhirat yaitu Allah, Yesus, dan Roh Kudus. Apakah ini adalah ucapan Yesus? Jelas bukan! Tidak ada disitu disebutkan bahwa ini adalah ucapan Yesus, yang dalam hal ini adalah salah satu oknum Trinitas. Ini adalah ucapan Yohanes semata. Sementara status Yohanes, yang notabene adalah penulis salah satu Alkitab, sebagai murid Yesus masih belum jelas sampai saat ini. Menurut para ahli sejarah, murid Yesus yang bernama Yohanes ini adalah Yohanes bin Zebedeus, sebagaimana yang tersebut di dalam Injil Matius 4:21, Markus 3:17, dan Lukas 5:10. Namun para ahli sejarah mengatakan Yohanes bin Zebedeus ini sudah mati terbunuh telah dibunuh oleh Raja Herodes Agripa I pada tahun 44 atau 66 M. Padahal Injil Yohanes baru ditulis sekitar tahun 85-115 M. Jika Injil tersebut ditulis oleh Yohanes, dengan asumsi bahwa penyaliban Yesus terjadi pada masa pemerintahan Pilatus (sekitar 30 M) berarti Yohanes sudah berusia sangat tua ketika menulis Injil karena terdapat selisih sekitar 75 tahun antara penyaliban Yesus dengan penulisan Injil Yohanes. Berapa usia Yohanes ketika menjadi murid Yesus? Yang jelas tidak mungkin dibawah 20 tahun karena sebagaimana yang tersebut dalam Matius 4:21, Markus 3:17, Lukas 5:10, ketika Yesus mengajak mereka menjadi muridnya, mereka sedang bekerja membereskan jala perahu ayahnya. Bisa jadi mereka seusia dengan Yesus. Yesus juga pasti mempertimbangkan kematangan usia murid-muridnya agar dapat menangkap ajaran Taurat yang disampaikannya karena Yesus sering memberikan pengajaran melalui perumpamaan-perumpamaan yang sulit dimengerti jika Yohanes dan kawan-kawannya masih kanak-kanak ketika menjadi murid Yesus. Taruh kata Yohanes tidak terbunuh oleh Raja Herodes Agripa I, mungkinkah Yohanes masih hidup dalam usia yang sangat tua? Seandainya dia masih hidup, masih ingatkah dia dengan kejadian-kejadian yang dia alami ketika dia mulai menuliskan Injil? Dan lagi, mengapa dia harus menunggu begitu lama untuk menuliskan Injil?
Maka besar kemungkinan, Injil ini ditulis oleh Yohanes Prebester pendeta sidang Jum'at di Asia Kecil yang hidup dalam abad I Masehi. Ia menulis Injilnya itu dengan maksud untuk menentang ajaran Corentus dan Irenius. Hal ini dikuatkan lagi oleh kitab-kitab Encyclopedia, terutama Encyclopedia Britanica yang mendasarkan keterangannya atas Papias Uskup Hieropolis. Nah, dari sini belum jelas apakah Yohanes itu murid Yesus atau bukan. Karena itu hujjah pada I Surat Yohanes pasal 5:7 sangat lemah bahkan mungkin tidak ada gunanya sama sekali karena dalil ini bukan ucapan Yesus namun hanya ucapan Yohanes. Sanggahan ini berlaku juga untuk Yohanes Pasal 1:1 dan Yohanes Pasal 1:14.Bahkan yang lebih mengherankan, dalil trinitas dalam I Surat Yohanes pasal 5:7 bisa dikatakan dalil palsu. Berikut kami kutipkan I Surat Yohanes pasal 5:7-8 dalam beberapa versi Alkitab.Alkitab Leydekker tahun 1733:
7 Karana tiga ‘ada jang bersjaksi didalam sawrga, Bapa, Kalimat dan Rohhu-’lkhudus: maka katiga ‘ini sawatu djuga ‘adanja.
8 Dan tiga ‘ada jang bersjaksi di‘atas bumi, Rohh, dan ‘ajer, dan darah: maka katiga ‘itu kapada sawatu djuga ‘adanja.
Alkitab Shellabear berbahasa Indonesia tahun 19127
7 Adapun Roh itu ialah yang bersaksi, karena Roh itu ialah yang benar.
8 Karena tiga juga yang bersaksi, yaitu Roh dan air dan darah, maka ketiganya itu bersetuju.
Alkitab Kudus Ende tahun 19707
7 Karena ada tiga, jang memberi kesaksian dalam surga: jakni Bapa, Sabda dan Roh Kudus, dan ketiganja adalah satu.
8 Dan ada tiga, jang memberi kesaksian dibumi: Roh, air dan darah: dan ketiganja ini adalah satu.
Alkitab Kabar Baik tahun 19857
7 Ada tiga saksi:
8 Roh Allah, air dan darah—ketiga-tiganya memberikan kesaksian yang sama.
Kitab Suci Injil (KSI) tahun 20007
7 Ruh adalah saksi, karena Ruh itu adalah ke-benaran.
8 Jadi, ada tiga saksi, yaitu Ruh, air, dan darah, dan ketiganya memberi kesaksian yang sama.
Alkitab tahun 2007 Lembaga Alkitab Indonesia
7 Sebab ada tiga yang memberi kesaksian (di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu.
8 Dan ada tiga yang memberi kesaksian di bumi): Roh dan air dan darah dan ketiganya adalah satu.
Dapat dilihat dari kutipan-kutipan diatas bahwa dalil dalam I Surat Yohanes pasal 5:7-8 dalam setiap versi Alkitab selalu berubah-ubah. Dalam Alkitab Revised Standard Version dan versi-versi lain di luar negeri ayat ini sudah dihilangkan atau dirubah, namun anehnya oleh penerjemah Alkitab Indonesia masih tetap dipakai. Berikut kami kutipkan apa adanya catatan ayat tersebut dalam Alkitab Kudus Ende tahun 1970 sebagai berikut:Dalam ajat ini ditulis djuga tentang Trinitas Kudus (Tritunggal Kudus). Ini barangkali tambahan jang baru kemudian ditambahkan dan tambahan ini adalah sebagai hasil komentar pada teks-teks aslinja, menurut komentar ini Bapa disimbolkan dengan Roh, Sabda disimbolkan dengan darah dan Roh Kudus dengan air. Hingga ketiganja memberi penjaksian dalam surga.Ayat di atas adalah ayat palsu yang baru diselipkan atas restu Gereja, ketika Alkitab dicetak di Frankfurt, Jerman pada tahun 1574. Perhatikan catatan kaki dari Alkitab New International Version, hal 907 yang mengatakan:"(Ayat ini) tidak ditemukan di semua naskah Alkitab yanq ditulis sebelum abad XVI ".
Bisa kita bayangkan, ternyata ayat yang menjadi kebanggaan akan dalil trinitas ternyata ayat PALSU yang ditambahkan oleh penerjemah Alkitab atas restu gereja. Sangat disayangkan bahwa Lembaga Alkitab Indonesia tidak mau jujur menjelaskan bahwa ayat tesebut ayat palsu.

Sunday, November 30, 2008

Dalil Trinitas

Dalil yang diajukan tentang trinitas ini adalah mengacu pada Alkitab I Surat Yohanes pasal 5:7 yang berbunyi:
“Sebab ada tiga yang memberi kesaksian di dalam sorga: Bapa, Firman, dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu.
Ini adalah satu-satunya formulasi mengenai trinitas tentang Tuhan, Yesus, dan Roh Kudus menjadi satu oknum di dalam Alkitab dan dalil ini dianggap sempurna. ayat pendukung seperti yang disebutkan pada Kejadian pasal 1:26:
“Baiklah KITA menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara…dst”
Perhatikan kata KITA pada ayat ini, KITA menunjukkan bentuk jamak. Mengenai Yesus, sering di dalam Alkitab Yesus disebut dengan Firman. Perhatikan Yohanes Pasal 1:1 dan Yohanes Pasal 1:14:
“Pada mulanya adalah firman; firman itu bersama-sama dengan Allah dan firman itu adalah Allah”
“Firman itu telah menjadi manusia dan diam diantara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai anak tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.
Ayat di atas ini adalah dalil pembenar bahwa Yesus adalah salah satu unsur ketuhanan. Jika kata “Firman” pada Yohanes pasal 1:1 diganti “Yesus”, maka akan berbunyi seperti berikut :
“Pada mulanya adalah Yesus; Yesus itu bersama-sama dengan Allah dan Yesus itu adalah Allah”
Sekali lagi Hakikat Trinitas tampak muncul pada ayat 22, pasal 3 dari kitab Kejadian: (Berfirmanlah Tuhan Allah, "Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita; tahu tentang yang baik dan yang jahat" )
Sekali lagi, penggunaan kata KITA dalam ayat ini menunjukkan satu bentuk jamak dan mendukung Trinitas. Untuk lebih menyederhanakan gambaran kita mengenai trinitas mungkin kita bisa ambil misal sebungkus kopi instan 3 in 1 yang biasanya terdiri dari kopi, krim, dan gula. Ketiganya adalah satu namun terdiri dari tiga unsur. Begitu juga dengan udara, Udara yang kita hirup tersusun dari tiga unsur, Oksigen, Hidrogen dan Nitrogen, akan tetapi ia adalah udara!
Untuk lebih memperjelas Trinitas, kata para misionaris tersebut, perhatikan Yesaya 6:8
“Siapakah yang akan Ku-utus, dan siapakah yang mau pergi untuk Kami?”
Perhatikan kata gantinya, KAMI, adalah bentuk jamak.

Arti Trinitas

Apakah arti dari Trinitas? Trinitas atau Tritunggal adalah doktrin umat Kristiani mengenai tiga aspek kepribadian Tuhan yang esensinya (inti-Nya, Pribadi-Nya) adalah satu (Esa). Tiga kepribadian dalam satu Tuhan tersebut adalah Allah Bapa, Anak (Putra) dan Roh Kudus. Tuhan dalam bahasa latin disebut Kurios (Penguasa Tunggal) dan dalam bahasa Ibrani disebut Adonai. Tritunggal juga dikenali dengan nama "Triniti". Di dalam Bahasa Inggris, ia disebut "Trinity" yaitu gabungan daripada dua perkataan; "Tri" atau "Three" yang berarti "tiga" dan "Unity" yang berarti "kesatuan". Dengan demikian, dari uraian ini, dapat dikatakan trinitas adalah tiga oknum Tuhan yang bersatu menjadi kesatuan yang utuh. Jika dimisalkan Trinita seperti sebuah segitiga sama sisi, A=B, B=C, C=A.
Allah sebagai Bapa yang memelihara, yang memberikan kasih seorang Bapa Sejati yang sangat mesra, begitu penyayang dan begitu tertib penuh ketegasan (disiplin). Bapa Sorgawi tidak pernah sama dengan para bapa (bapak-bapak atau para ayah) dunia ini dalam hal kasih dan karakter yang tidak dapat terbandingi dengan kasih dan karakter Bapa Sorgawi. Allah sebagai Bapa Sorgawi merupakan Bapa yang sempurna dari segala bapa (bapak-bapak atau para ayah) dunia ini yang adalah gambaran dan rupa (duplikat dan bayangan) dari Sang Bapa Sorgawi yang murni. Bapa (Kepribadian Bapa) tidaklah lebih tinggi daripada Anak ataupun juga dengan Roh Kudus
Allah Anak adalah Allah sebagai teladan dengan Ia merendahkan diri-Nya dalam rupa manusia dan mengenakan nama Yesus yang adalah Kristus (Allah yang datang sebagai manusia), taat pada semua hukum yang telah Ia tetapkan, mati di kayu salib, dikuburkan, lalu bangkit pada hari yang ketiga, dan naik ke sorga dan dari sana Ia akan datang untuk menghakimi orang yang hidup dan mati. Ia adalah teladan iman sejati dan sumber kehidupan bagi orang Kristen. Allah telah menunjukkan kasih-Nya yang terbesar dengan menjadi Anak yang mati di kayu salib. Ini adalah berita Alkitab yang adalah kekuatan Allah. Alkitab menyatakan bahwa Anak merupakan yang Anak sulung Allah dari semua anak-anak Allah dimaksudkan bahwa Anak pun merupakan "Sahabat Sejati" yang rela mengorbankan Nyawa-Nya dan tidak menyayangkannya sama sekali untuk manusia dapat diterima sebagai anak-anak Allah. Anak (Kepribadian Anak) tidak pernah lebih rendah daripada Bapa
Allah Roh Kudus adalah Allah sebagai Pembimbing, Pendamping, Penolong, Penyerta, dan Penghibur yang tidak terlihat, namun berada dalam hati setiap manusia yang mengaku bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan hidup didalam-Nya. Roh Kudus bukanlah tenaga aktif. Roh Kudus bukanlah kebijaksanaan (pikiran) tertinggi dari seluruh alam jagad kosmik. Roh Kudus bukanlah manusia tokoh pendiri suatu agama baru. Roh Kudus tidak pernah berbau hal yang mistik. Memang benar bahwa Allah itu maha kuasa, tetapi Roh Kudus itu bukan sekedar kuasa atau kekuatan, tetapi Roh Kudus adalah Allah, sebab Allah itu Roh. Dengan demikian Roh Kudus adalah Pribadi Allah itu sendiri dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Allah. Kepribadian Roh Kudus tidak pernah lebih rendah daripada Bapa maupun Anak.
Allah Trinitas adalah Allah yang saling huni, artinya Allah yang memiliki Kepribadian Bapa, Anak, dan Roh Kudus adalah sederajat, setingkat, setaraf, sehati, setujuan, tidak terpisahkan, dan berjalan bersama-sama. Kepribadian Allah dalam nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus (ke-Trinitas-an Allah) tidaklah pernah sama dengan manusia yang memiliki dua kepribadian, dimana tiap kepribadian tidak bisa berjalan bersama-sama dalam saat yang sama, sedangkan Allah berbeda.